Tuesday, May 27, 2008

Gara-gara Kenaikan BBM

Gara-gara kenaikan BBM:

Saya mimpi seram. Ceritanya begini, saya pergi ke warung untuk beli beras 1 karung, plus beberapa camilan ringan. Waktu saya tanya harga belanjaan saya, empunya warung bilang, "Mbak, apa nggak saya ngabisin duit 1 juta untuk begini doang?"

Dalam mimpi, saya melongo. "Loh, memang semua belanjaan saya ini berapa, Pak?" tanya saya. Dijawab oleh si bapak, "Satu juta, Mbak." Secara spontan, saya bangun dari tidur saya! Norak ya, tapi mungkin ada orang lain yang punya mimpi seram serupa?

Di hari ulang tahun saya, saya mesti panas-panasan menunggu taksi yang ramai penumpang. Hiyak! Apa lagi kalau bukan karena kemarin, tanggal 26 Mei 2008, angkutan umum pada mogok narik penumpang. Alasannya, BBM naik harga. Mereka menuntut harga BBM diturunkan lagi. Ugh, tapi kok ya pakai mogok kerja segala ya. Padahal asli deh, biarpun harga angkutan umum dinaikkan secara liar oleh Organda dan ada beberapa yang tarifnya di luar akal sehat, banyak kok penumpang yang akhirnya rela--meski terpaksa--mengeluarkan uang lebih untuk naik angkutan. Saya ini loh, salah satunya.

Saya sedih. Ikapi mengumumkan bakal menaikkan harga buku jadi 20-30 persen. Karena apa? Ya apa lagi kalau bukan karena harga BBM naik. Ongkos produksi dan distribusi kertas dan buku melonjak. Oh Tuhan, makin berat saja jalan jadi orang pintar. Bagaimana dengan harga buku impor, ya?

Tarif angkutan jarak dekat jadi Rp2.000. Tarif angkutan Pamulang - Lebak Bulus jadi Rp5.000. Tarif angkutan Parung - Lebak Bulus jadi Rp6.000. Tarif Patas AC Ciputat - Gajah Mada jadi Rp7.000. Argh, mahal banget! Bagaimana tarif taksi besok ya? Tunjangan transportasi orang kantoran mungkin nggak ya dinaikkan?

Ke supermarket sekarang, bawa duit Rp200.000 cuma dapat barang pritilan dan sedikit camilan. Saya perhatikan, harga roti juga mulai selangit. Harga tepung sudah naik lebih dulu sebelum harga BBM naik. Mungkin nggak, harga tepung bakal naik lagi?

Rupiah terasa tiada artinya.

Keluhan ini mungkin akan berlanjut...

Gambar diambil dari newsimg.bbc.co.uk.

Monday, May 19, 2008

Banyak Tempat Mencari Duit, Internet Salah Satunya!

Beberapa teman saya memanfaatkan internet sebagai mesin pencari duit. Beberapa membuka warung, tempat jualan barang, di internet. Contohnya si A. Dia sengaja bikin situs web pribadi buat jualan gadget. Saya termasuk salah satu pelanggan yang numpang jualan barang di situsnya itu. Paling nggak, sudah ada satu barang yang saya titip untuk dijual di situ. Lumayan...

Kawan yang lain, si B, memanfaatkan Multiply untuk jualan foto khas pemandangan Indonesia, hasil buruannya jalan-jalan keliling nusantara. Awalnya sih cuma mau majang foto, kata dia. Tapi tiba-tiba, ada bule yang kepincut sama pemandangan kota Bandung yang macet, dan pengin beli fotonya. Akhirnya, jadilah dia kini berbisnis sampingan, jualan foto. Lumayan, satu foto bisa laku seharga 20 dolar AS. Dan biasanya, si B bisa menjual 5 foto sekaligus untuk satu orang. Wah, bujang tajeeerrrr...

Lain lagi cerita si C. Kawan saya yang satu ini, doyan beli domain. Tiap ada nama domain unik yang lucu dan menjual singgah di otaknya, mampirlah dia ke situs penjual domain. Duitnya banyak banget, mungkin ya! Ah, tapi nggak juga, beli domain nggak menuntut banyak duit kok. Bermodal 100 ribu perak pun kita sudah bisa punya domain sendiri.

Lanjut tentang si C. Sehabis beli domain, dia cari layanan hosting gratisan di internet. Aksesnya lelet sedikit, nggak apa-apa, yang penting dia punya situs web yang hidup. Sekarang, dia lagi demen menambah trafik di situs web "iseng-isengnya." Caranya dengan memposting topik-topik hot di situs-situsnya--ada yang khusus teknologi, ada yang khusus gosip-gosip selebritis. Wah, pokoknya teman saya yang satu itu keren banget, deh! :P

Sekarang, trafik di situs-situsnya sudah lumayan tinggi. Ugh, tinggi banget malah, apalagi kalau dibandingkan dengan tong sampah saya ini! Akhirnya, dia pasang Google Adsense di situs-situsnya itu. Nggak punya rasa nggak tega, dimintanya teman-temannya yang selalu terkoneksi dengan internet untuk mengklik link Adsense yang nampang di situs-situsnya. Lumayan, buat cari duit tambahan, katanya. Kalau dia makin kaya gara-gara hits dan Google Adsense di situsnya, itu juga berkat teman-temannya. Hihi...

Saya pikir, seharusnya, saya bisa seperti teman-teman saya itu, ya. Tapi, mungkin saya bukan jenis orang yang bisa fokus dengan beberapa pekerjaan sekaligus. Jadi, prioritas saya ya untuk pekerjaan yang memang menghasilkan duit yang nyata rupanya, dan kalau bisa dalam tempo yang cepat, meskipun nggak harus banyak.

Saya pernah membeli sebuah domain, tapi akhirnya domain itu malah jadi sia-sia, nggak terurus, nggak ada konten. Sumber inspirasi yang oke untuk disulap jadi artikel menarik memang banyak, tapi waktu yang cukup untuk menyulapnya jadi artikel yang menarik itu yang nggak saya miliki. Buktinya ya blog ini, sudah lama nggak terurus. Niat untuk mengganti tampangnya jadi lebih keren saja selalu batal dengan alasan: (sok) sibuk.

Hai kawan, saya kasih tau ya. Jangan meniru saya--niat beli domain cuma di awal, tapi nggak mau ngurus. Percaya deh, internet itu selain sumber ilmu, juga sumber duit dan teman, pastinya! Apalagi sekarang, makin banyak cara menarik trafik ke situs. Contohnya nih, Google baru mengumumkan layanan sosial Google Friend Connect. Psst, saya pernah menulis tentang itu di sini. Friend Connect ini, singkat kata, memungkinkan pemilik situs web untuk menambah fungsi sosial di situsnya seperti fungsi registrasi user, posting pesan dan komentar, dan fungsi mengirim undangan. Caranya gampang, cukup memasukkan sederet kode ke dalam skrip situsnya (seperti memasukkan kode untuk bikin shoutbox, misalnya).

Logikanya, aplikasi menarik di situs web atau blog--sama halnya seperti konten--akan menarik pengunjung untuk mampir ke sana. Situs atau blog yang bagus nggak bikin orang bosan untuk mampir berkunjung lagi. Pun situs atau blog yang bagus bakal menarik untuk dipromosikan orang. Big traffic, big money...

Eits, sekarang layanannya belum dibuka untuk umum sih. Tapi pemilik situs atau blog yang kebelet pengin nyicipin Google Friend Connect bisa mendaftar untuk masuk daftar tunggu Google. Saya sempat kepengin mendaftarkan blog ini, tapi begitu diminta untuk mengisi jumlah hits per hari dan jumlah unique visitor-nya, saya jadi nggak pede. Hahaha...

Ah, sekarang saya mau serius mengelola situs web ah! Demi pensiun muda. Mana tau di usia 35 tahun saya sudah mencapai financial freedom. Hahaha, bahkan langit pun nggak bisa membatasi kita untuk bermimpi, bukan?

Gambar diambil dari www.makemyblogmoney.com.

Tuesday, May 06, 2008

Extreme Future: Dunia Star Wars featuring The Matrix dan Harry Potter (OmiGod!)

Saya merinding membaca ringkasan buku The Extreme Future: the Top Trends that Will Reshape the World in the Next 20 Years karangan CEO dan Chairman Institute for Global Future, James Canton. Buku terbitan tahun '97 itu di-review oleh Mayong di Majalah Intisari edisi April 2008.

Membaca cukilan buku itu, saya kok merasa masa depan nanti nggak hanya mahal dan jahat, tapi juga ugh!-it-will-be-unbelievable-and-beyond-of-our-imagination. Dunia akan diambil alih oleh ilmu pengetahuan. Urusan agama, moral, dan etika sudah nggak diperhitungkan lagi. Duh, dunia bakal makin panas, nih!

FYI, menurut si reviewer, Extreme Future ditulis oleh Canton berdasar serangkaian studi yang dilakukannya di Institute for Global Futures, sebuah lembaga think tank yang bermarkas di San Fransisco, AS. Di sana, Canton membeberkan 10 tren yang mengubah wajah dunia.

Pertama, bumi pasca-minyak bumi. Saat ini, bumi sudah mengalami krisis energi, utamanya minyak bumi. Canton memrediksi, pada tahun 2015, harga minyak bumi bakal mencapai 300USD/barel. Saya sih nggak heran, belum lama ini harga minyak bumi pernah menyentuh harga 120USD per barel.

Kalau manusia nggak bisa mengurangi penggunaan minyak bumi, mereka harus mencari sumber energi baru, misalnya energi berbasis nuklir dan angin. Selain itu, pengembangan teknologi nano dan fusi nuklir bisa diterapkan untuk mengembangkan energi jenis baru. Jujur, saya nggak mudeng dengan urusan nano dan fusi-nuklir ini. Tapi katanya, contoh projek fusi-nuklir akan dikembangkan di Prancis. Teknologinya mencontoh mekanisme fisik matahari.

Kedua, ekonomi dirumuskan kembali. Menurut Canton, ekonomi dunia abad XXI sudah nggak bisa mengandalkan rumus-rumus lama tentang produktivitas dan distribusi. Wah, saya jadi membayangkan wajah sedih guru dan dosen yang mengajar ilmu ekonomi saya di bangku SMU dan kuliah. Hih, pasti rumusan yang baru bakal lebih rumit ketimbang yang pernah saya pelajari dulu (yang sialnya bagi mereka, sudah saya lupakan sama sekali).

Canton menyebut, ekonomi masa depan mengandalkan teknologi untuk berinovasi dan menciptakan kemakmuran, kekayaan, dan kekuatan global. Di bukunya dia menggunakan istilah innovation economy. Dia menulis beberapa nama sebagai contoh orang yang telah menjalankan teori innovation economy ini, yang berpikir jauh ke depan, yakni Thomas Edison dan Bill Gates. Berhubung saya cuma baca ringkasannya, saya nggak tau apa nama-nama lain seperti Linus Torvalds atau Steve Jobs juga disebut.

Ketiga, rebutan pekerja berkualitas. Di masa depan, jumlah individu berkualitas akan makin banyak. Wah ini menyenangkan! Katanya, pada 2025, dari setiap 3 pegawai baru, ada 1 yang perempuan. Perempuan juga akan menjalankan 80% pekerjaan manajerial dan profesional.

Inilah top jobs di tahun 2015: ahli neuromedis, ahli kloning organ tubuh manusia, ilmuwan kuantum, eksekutif bisnis real-time, jagoan online marketing, terapis peningkat kesehatan, dan ahli kanker.

Tahun 2030, pekerjaan sebagai perencana pasar ruang angkasa, pemrakira perubahan iklim, pengembang energi surya, ahli antiterorisme, pengusaha enegi terbarukan, dan manajer pemasaran hidrogen jadi unggulan. Can you imagine that? Tapi ada satu hal yang bisa bikin lega orang-orang yang hobi menulis, profesi sebagai sastrawan juga masuk hitungan sebagai yang DICARI.

Keempat, hidup lebih lama, ganti organ tubuh yang rusak. Masa depan dunia medis bakal memopulerkan istilah anti-aging, stem cell tes DNA, dan konvergensi teknologi nano-bio-TI-neuro-blablabla. Dunia medis masa depan menawarkan banyak hal ajaib seperti kloning organ, manajemen depresi, restorasi memori, dan pengembalian fungsi penglihatan dan pendengaran.

Bayangkan deh. Orang tua yang jantungnya sudah nggak beres bisa dengan mudah memesan jantung “baru”. Perokok berat yang paru-parunya bolong-bolong juga bisa pasang paru-paru “baru”. Orang pikun bisa dengan mudah mengembalikan memorinya yang hilang. Tulang bisa ditumbuhkan kembali. Wah, di masa depan, forever-young-wannabe pasti senang banget, ya!

Saya melihat korelasi antara individu berkualitas dengan dunia medis yang berkembang nih. Jelas saja individu masa depan bisa makin oke. Lah, kalau orang pikun saja bisa mengembalikan memorinya, tentu nggak akan sulit juga manusa menciptakan obat yang bikin pintar. Malah kata Canton, di masa depan yang ekstrim nanti, orang bisa belajar bahasa dalam waktu 1 jam. Whoaaa!

Kelima, iklim masa depan ancam pangan. Ini menakutkan nih. Iklim akan terus berubah, makin buruk dan sulit diprediksi. Kalau sekarang, dari cuaca cerah langit terang benderang bisa jadi gelap dan turun hujan lebat, bagaimana besok ya? Kalau sekarang, angin yang datang menemani hujan saja sudah galak banget dan bisa bikin payung saya melengkung terbalik ke atas, bagaimana besok ya? Wah, kalau sampai hujan es jadi hal yang umum, mungkin payung besi bakal jadi salah satu atribut fesyen yang laku dijual ya.

Perubahan cuaca mengancam keanekaragaman hayati. Tahun 2050, jumlah penduduk dunia diprediksi 9 miliar jiwa. Sumberdaya alam dan sumber makanan makin habis. Es di kutub meleleh, permukaan air laut naik. Temperatur bumi naik akibat efek rumah kaca. “Clean tech” jadi harapan untuk menopang industri masa depan.

Keenam, globalisasi membenturkan budaya. Katanya nih, globalisasi yang tadinya membuka peluang demi kemakmuran bersama banyak negara bisa terancam gagal jika nggak mampu mengurangi angka kemiskinan. Globalisasi bisa melahirkan penolakan fundamental dan ekstrim, dan bisa berujung pada terorisme. Globalisasi nggak akan jalan kalau malah menghambat perekonomian lokal suatu negara. Meski begitu, globalisasi juga bisa melahirkan pasar baru dan memperluas jaringan pelaku bisnis. Di sana, akan terjadi pertukaran modal dan perpindahan manusia.

Ketujuh, mengamankan masa depan. Manusia nggak akan pernah siap menghadapi masa depan (apalagi yang ekstrim!). Di bukunya, Canton menyebut tragedi 9/11 dan virus antraks yang pernah dikirim ke media dan gedung pemerintahan AS di tahun 2001 lalu (menewaskan 5 orang dan melukai 17 orang, dan membuat pegawai di kantor Mahkamah Agung dan kantor senat AS dievakuasi) sebagai contoh ketidaksiapan itu.

Selain bioterorisme, terorisme cyber juga berpotensi untuk menyerang masa depan. Yang dimanfaatkan di sini adalah ketergantungan manusia pada TI. Yang dirugikan bukan hanya orang yang dipalsukan datanya, tapi juga lembaga-lembaga keuangan berskala besar. Masa depan meniadakan privasi―kamera intai di mana-mana, teknologi satelit memantau siapa saja, di mana saja. Banyak orang akhirnya menyewa jasa keamanan pribadi. Seramnya, Canton menulis bahwa di masa depan akan muncul obat yang bisa mengontrol pikiran dan tindakan orang.

Kedelapan, sains “aneh”. Canton menggunakan istilah “sains aneh” karena menurutnya, pada dasarnya, setiap sains adalah aneh pada saat ditemukan. Siapa kira mesin yang lebih berat dari udara kini bisa terbang di udara? Siapa kira komputer yang waktu ditemukan dulu berukuran raksasa sekarang bisa berevolusi dan tampil dalam rupa yang supermungil? Siapa kira robot bakal bisa menggantikan fungsi manusia di bidang medis dan jadi asisten rumah tangga?

Inilah sains aneh di dunia masa depan. Chip di mana-mana, pada mesin dan manusia. Tahun 2020, manusia akan dikitari oleh robot pribadi yang membantu pekerjaan dan melindungi mereka. Chip DNA ditanam di tubuh manusia sebagai identitas. Rancang bangun molekul jadi hal yang biasa. Manusia bisa merancang sendiri mesin-mesin yang dibutuhkannya―misalnya kompor, oven, komputer.

Teroris akan mengembangkan NuClones, makhluk rekaan yang mirip manusia, untuk mengacaukan negara. Mereka mencuri identitas orang untuk dibuat kloningnya. Tahun 2040, dokumentasi kita tak lagi hanya foto dan video, tapi juga bersifat cair. Kenangan kejadian bisa disimpan dalam sebuah wadah memori. Setiap saat kita bisa membuka dan berinteraksi ke dalam sejarah itu. Hm, saya bayangkan wadah memori ini seperti pensieve milik Dumbledore (pengikut setia Harry Potter pasti tau). Generasi-generasi internet akan terus lahir dan keinginan manusia untuk menjelajah luar angkasa akan terus terpelihara. Katanya akan banyak planet baru yang ditemukan.

Kesembilan, individu mandiri namun terancam. Di masa depan, teknologi akan mengancam kebebasan individu. Otak bisa diimplan untuk memodifikasi karakter dan mengendalikan manusia. Obat baru untuk mengubah perilaku manusia ditemukan. Pencurian DNA pribadi terjadi. Teknologi neuro-iklan akan memengaruhi konsumen. Vaksin gen bisa menghapus beragam perilaku yang tak diinginkan. Pemasangan chip akan mengendalikan, melacak, dan mengawasi manusia.

Kesepuluh, dunia ditentukan oleh China. Negara dengan jumlah penduduk terbesar ini rakus terhadap sumber daya. Industri manufaktur mereka adalah pemalsu dan penjiplak barang terbesar. Saat ini mereka abai terhadap pelanggaran hak asasi manusia, polusi udara, dan kerusakan alam. Supaya bisa bertahan―dan membantu mempertahankan eksistensi bumi masa depan―Cina harus bisa menyiapkan sumber energi alternatif dan (sebelumnya) berubah menjadi negara demokratis.

Ah, tapi saya rasa ini bukan cuma China deh. Amerika bukannya juga rakus terhadap sumber daya alam? Hehehe...

Tahun 2015, 2020, 2030, 2040. Kalau saya masih hidup, umur saya berapa ya? Umur 34, 39, 49, 59. Wah, kalau masih hidup, saya punya cukup uang untuk mempertahankan fisik saya seperti seumur 20-an ini nggak, ya? Hahaha, forever young wannabe...!

Gambar diambil dari blogs.guardian.co.uk.