Showing posts with label Buku. Show all posts
Showing posts with label Buku. Show all posts
Thursday, June 10, 2010
A company’s key to success is in its heart and soul
Few days ago, I attended a meeting. The meeting talked about how to build a winning cultures in the company. The presentation was taken and compiled from some sources. One of them was from the book "Building a Winning Culture" which was published by Bain & Company. I just want to share some small parts of it with you, here in my blog.
The book said that winning cultures combine two elements: the high performance values and behavior, and unique personality and soul. Who we are or what we value is defined by some key attributes, as you can see in the image above. All attributes are linked to the success of the company.
Labels:
Belajar menghargai,
Buku,
Career,
Renungan
Saturday, January 10, 2009
Stephenie Meyer, Bravo!
Ada beberapa hal yang saya simpulkan setelah menonton Twilight dan membaca dua buku lanjutannya, New Moon dan Eclipse.Satu, Stephenie Meyer punya daya imajinasi mengagumkan. Bravo!
Dua, dia pecinta cerita roman, paling nggak Romeo and Juliet dan Wuthering Heights. Dua cerita itu lumayan jadi inspirasinya di New Moon dan Eclipse.
Tiga, karakter Bella ternyata menyebalkan, jatuh cinta pada dua pria sekaligus. Tapi saya nggak menyalahkan Bella sih. Kalau saya jadi dia, saya juga bakal naksir vampir ganteng dan werewolf keren, Edward dan Jacob. Memosisikan diri sebagai Bella, kalau nggak bisa dapat keduanya, sepertinya saya bakal memilih Jacob. Mungkin ini menjelaskan kekecewaan saya karena tokoh Bella pada akhirnya lebih memilih Edward... :p
Empat, cerita ini jelas beda dengan cerita tentang makhluk penghisap darah yang pernah ada. Dan saya heran saja sih kenapa masih saja ada orang blo'on yang membanding-bandingkan Twilight dengan Bram Stolker's Dracula. Stephenie Meyer cukup kreatif menciptakan cerita vampir ala dia. Dan memang segmen pembaca yang diincarnya jelas: perempuan usia remaja, atau perempuan usia dewasa yang masih demen berkhayal. Sialnya, saya termasuk di kelompok kedua.
Lima, banyak yang bilang Edward di film nggak bisa merepresentasikan Edward di buku. Tapi terus terang, saya lebih suka Edward di film ketimbang yang di buku. Lebih masuk akal. Menurut saya, karakter Edward di buku terlalu baik, lempeng banget, seperti malaikat. Tapi, dari awal memang cerita ini nggak dimaksudkan sebagai cerita yang masuk akal, bukan?
Enam, saya yakin, banyak yang nonton Twilight lebih dari sekali. Terbukti, waktu saya nonton, sekelompok cewek di baris belakang saya—abege pastinya—terus mendesah tiap kali Edward bergerak. “Oooh... Aaah...” Please deh, annoying banget...

Tujuh, menurut saya, Robert Pattinson nggak cakep banget, ah! Tapi, saya akui ada angle tertentu yang bisa bikin tampangnya kelihatan cakep banget. Kalau saya amati, tampang kamerageniknya di sebelah kanan, deh. Terus terang, baca bukunya, di bayangan saya, tampang Edward lebih mirip Matt Dallas, bintang serial Kyle XY... :p (lihat foto di atas, cakep kan?)
Delapan, saya nggak sabar untuk menunggu terjemahan dari buku keempatnya, Breaking Dawn. Penasaran baca endingnya (meskipun sudah dapat sedikit bocoran dari teman saya, Maya).
Sembilan, saya harus tulis resensi bukunya untuk dipajang Ruang Resensi. Dengan catatan, tunggu saya agak nggak sibuk yaaa...
Gambar Twilight diambil dari photobucket.com
Gambar Matt Dallas diambil dari www.generiques-mag.com
Subscribe to:
Posts (Atom)
