Saturday, January 17, 2009

Semoga Esok Lebih Baik!

buka matamu, buka telinga, dan coba rasakan dunia, hidup tak akan tanpa cobaan.

bersenanglah di hari ini,
karena esok masih misteri. bersenanglah di malam ini, semoga esok lebih baik!
[Hari Ini Kau yang Punya, Drive]

Situs social networking memang sakti. Saya bisa bertemu lagi dengan teman-teman lama saya di internet, update kabar terbaru tentang mereka lewat internet. Salah satu teman yang nggak sengaja saya temukan lewat internet adalah teman SMP saya, si A.

Sedikit tentang si A. Dia jadi jagoan Fisika di angkatan kami. Selama 3 tahun kami duduk di kelas yang sama. Pernah juga kami duduk semeja. Tapi karena anaknya pendiam, nggak banyak hal yang saya tau tentang dia. Yang saya ingat cuma ini: dia kidal dan menulis pakai penggaris.

Beberapa kali kami berkirim email, bertanya kabar dan bergosip tentang teman-teman lama. Email terakhirnya bikin hati saya mencelos. "Yang lain (teman-teman kami) nasibnya ada beberapa yang kurang beruntung," tulisnya.

Kawan kami, si Y, sekarang jadi preman. Y itu bule Indo-Belanda, 12 tahun yang lalu badannya masih mungil. Anaknya baik dan lugu. Teman yang lain, YB, sekarang jadi satpam di sebuah showroom mobile di daerah Jakarta Barat. Yang lain, DF sekarang jadi petinju. Karena himpitan ekonomi, DF harus keluar dari SMA. Jaman SMP dulu, DF ini hobi main wrestling bareng teman-teman saya laki-laki.

"Sekarang DF jadi petinju. Masak kamu nggak tau? Adiknya meninggal. Coba baca di sini," kata A. Si A sendiri sekarang jadi guru di salah satu sekolah di Jakarta.

Tentu saja nggak semua teman kami nggak beruntung. Banyak juga yang bisa hidup senang. Si F sudah jadi karyawan perusahaan multinasional, punya rumah, dan investasi apartemen. Si E jadi model. Si H menikah dan (sepertinya) hidup berkecukupan. Si AS, yang dulu langganan nggak naik kelas, punya bisnis restoran yang lumayan. Saya kira, saya bisa masuk dalam kelompok beruntung.

Hari esok siapa yang sangka? Mundur ke 12 tahun yang lalu, yang saya lihat adalah wajah-wajah bahagia tanpa beban. Sekarang, kalau saya bertemu dengan teman-teman lama saya, di jalan misalnya, belum tentu saya mengenali mereka.

Untuk teman-teman yang masih bisa tertawa hari ini...

bersenanglah di hari ini, karena esok masih misteri.
bersenanglah di malam ini,
semoga esok lebih baik!

Gambar diambil dari flickr.com

3 comments:

epi said...

tulisan ini menyentuh banget, Jeng... emang bener yaa, manusia itu makin dewasa makin tambah bebannya. Ada yang bisa melewatinya, ada yang terpuruk.

aku juga bersyukur karena masuk kelompok yang beruntung :)

aura-azzura said...

Ajeng......thanks tulisanmu menyentuh dan mengusik pikiranku. Aku kok sering ga bersyukur dan merasa kurang. sementara mungkin aku termasuk kelompok yang -alhamdullilah- beruntung :)

Restituta Arjanti said...

@epi & eno: semoga esok lebih baik!