Saturday, January 10, 2009

Stephenie Meyer, Bravo!

Ada beberapa hal yang saya simpulkan setelah menonton Twilight dan membaca dua buku lanjutannya, New Moon dan Eclipse.

Satu, Stephenie Meyer punya daya imajinasi mengagumkan. Bravo!

Dua, dia pecinta cerita roman, paling nggak Romeo and Juliet dan Wuthering Heights. Dua cerita itu lumayan jadi inspirasinya di New Moon dan Eclipse.

Tiga, karakter Bella ternyata menyebalkan, jatuh cinta pada dua pria sekaligus. Tapi saya nggak menyalahkan Bella sih. Kalau saya jadi dia, saya juga bakal naksir vampir ganteng dan werewolf keren, Edward dan Jacob. Memosisikan diri sebagai Bella, kalau nggak bisa dapat keduanya, sepertinya saya bakal memilih Jacob. Mungkin ini menjelaskan kekecewaan saya karena tokoh Bella pada akhirnya lebih memilih Edward... :p

Empat, cerita ini jelas beda dengan cerita tentang makhluk penghisap darah yang pernah ada. Dan saya heran saja sih kenapa masih saja ada orang blo'on yang membanding-bandingkan Twilight dengan Bram Stolker's Dracula. Stephenie Meyer cukup kreatif menciptakan cerita vampir ala dia. Dan memang segmen pembaca yang diincarnya jelas: perempuan usia remaja, atau perempuan usia dewasa yang masih demen berkhayal. Sialnya, saya termasuk di kelompok kedua.

Lima, banyak yang bilang Edward di film nggak bisa merepresentasikan Edward di buku. Tapi terus terang, saya lebih suka Edward di film ketimbang yang di buku. Lebih masuk akal. Menurut saya, karakter Edward di buku terlalu baik, lempeng banget, seperti malaikat. Tapi, dari awal memang cerita ini nggak dimaksudkan sebagai cerita yang masuk akal, bukan?

Enam, saya yakin, banyak yang nonton Twilight lebih dari sekali. Terbukti, waktu saya nonton, sekelompok cewek di baris belakang saya—abege pastinya—terus mendesah tiap kali Edward bergerak. “Oooh... Aaah...” Please deh, annoying banget...


Tujuh, menurut saya, Robert Pattinson nggak cakep banget, ah! Tapi, saya akui ada angle tertentu yang bisa bikin tampangnya kelihatan cakep banget. Kalau saya amati, tampang kamerageniknya di sebelah kanan, deh. Terus terang, baca bukunya, di bayangan saya, tampang Edward lebih mirip Matt Dallas, bintang serial Kyle XY... :p (lihat foto di atas, cakep kan?)

Delapan, saya nggak sabar untuk menunggu terjemahan dari buku keempatnya, Breaking Dawn. Penasaran baca endingnya (meskipun sudah dapat sedikit bocoran dari teman saya, Maya).

Sembilan, saya harus tulis resensi bukunya untuk dipajang Ruang Resensi. Dengan catatan, tunggu saya agak nggak sibuk yaaa...

Gambar Twilight diambil dari photobucket.com
Gambar Matt Dallas diambil dari www.generiques-mag.com

2 comments:

Brama said...

Setuju ama elu Jenk. Stephenie Meyer emang "megah" dalam hal imajinasi. Selain dia, menurut gue nih, yang punya daya imajinasi super dahsyat tuh si JRR Tolkien, the creator of Lord of The Rings Trilogy & The Hobbits

Restituta Arjanti said...

benar sekali, temanku bramski! gue uda punya 4 seri twilight saga, lengkapsss... :))

gue jg demen sama eragon. sapa tuh yg nulis? paolo maldini? hihi, christopher paolini, ding. lagi nunggu terjemahan "brisngr" neh.