Wednesday, October 10, 2012

AMDG: Ad Maiorem Dei Gloriam

Seorang kawan kerap menulis singkatan “AMDG” di status media sosialnya. Saya jadi penasaran.

Setelah penelusuran singkat di internet, saya pun tahu apa itu AMDG. AMDG adalah singkatan dari Ad Maiorem Dei Gloriam, istilah Latin yang dalam bahasa Inggris berarti “for the greater glory of God”. Istilah itu digunakan sebagai motto dari Serikat Jesuit yang didirikan oleh St. Ignatius Loyola.

Kalimat itu menarik perhatian saya. Motto “for the greater glory of God” ini bukan hanya pas sebagai pegangan orang-orang yang menjalankan tugas misionaris. Semangat AMDG ini menurut saya bagus untuk diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Eh, posting kali ini agak serius ya. :-)

Ini lamunan saya di suatu sore, dalam perjalanan macet menuju ke rumah. Dalam sehari, kita punya waktu 24 jam. Dalam seminggu, kita bekerja 5 hari. Kalau kebanyakan pekerja di Jakarta tinggal di daerah pinggiran kota—Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi—rata-rata waktu yang mereka habiskan dalam perjalanan pulang-pergi bisa sekitar 4-5 jam.

Di kantor, mereka bekerja 8-10 jam per hari. Jam kerjanya bahkan bisa lebih panjang sewaktu deadline atau ketika harus lembur. Biasanya, orang-orang yang perjalanannya singkat justru punya jam kerja lebih panjang.

Untuk perjalanan dan bekerja saja, waktu 24 jam sudah berkurang 12-15 jam. Sisanya tinggal 9-12 jam. Bagaimana para pekerja di Jakarta bisa hidup seimbang? Berapa lama waktu yang bisa mereka sisihkan untuk keluarganya, untuk pribadi, untuk beristirahat, dan untuk... Tuhan.

Sabtu dan Minggu, kita memang libur. Tapi terkadang libur dua hari itu terasa kurang untuk bikin badan jadi fresh lagi. Nggak jarang, orang-orang yang bukan pekerja biasa—biasanya para pekerja kreatif—harus tetap bekerja Sabtu dan Minggu. Nah loh!

Saya jadi sadar betul bahwa memang benar kalau kita seharusnya bekerja sesuai dengan passion yang kita miliki, memiliki misi, dan hasilnya bisa bermanfaat bagi banyak orang.

Kalau kita punya passion, kita akan menjalani pekerjaan dengan hati senang. Badan boleh lelah, tapi semangat tetap tinggi. Betul?

Kalau kita punya misi, kita tahu apa yang ingin kita capai. Ada target yang kita kejar. Kita punya standar dan tolok ukur keberhasilan. Betul?

Kalau hasil pekerjaan kita bermanfaat bagi orang lain, syukur-syukur bermanfaat bagi orang banyak, kita akan bahagia. Bekerja juga sekaligus menjadi ibadah buat kita, and for the greater glory of God.

Saya termasuk orang yang percaya bahwa setiap manusia di dunia ini diciptakan Tuhan untuk suatu tujuan. Dan, sejatinya segala hal yang kita kerjakan harus demi kemuliaan nama-Nya. Betul?

4 comments:

Dewi Retno Siregar said...

tulisan yg inspiring dan mengena.. mengetuk diri untuk mengingat apa tujuanku beraktivitas :-*

Dewi Retno Siregar said...

tulisan yg mengena. membuatku berpikir tentang makna hidup :-*

yayang doang said...

kurang nih... :(
abis ngebaca kok jd gantung ya? tumben...

pascalis yogga said...

mbak, ijin share
like this pokoknya