Friday, November 01, 2013

Mengurus Perpanjangan Paspor Sendiri Mudah dan Hemat, Tapi...


Gambar: Flickr.com

Minggu lalu, saya mengurus sendiri perpanjangan paspor di Kantor Imigrasi Jakarta Selatan (Kanim Jaksel). Awalnya, saya bayangkan urusannya bakal ribet, memakan waktu dan tenaga. Ternyata, memang memakan waktu dan tenaga. Tetapi, prosesnya mudah dan nggak ribet.

Ini adalah pengalaman pertama saya mengurus paspor sendiri. Sebelumnya, saya selalu menggunakan jasa travel agent. Maklum, dulu semua diurus dan dibiayai oleh kantor tempat saya bekerja. Tetapi, sejak jadi freelancer, saya harus lebih mandiri dan cermat berhitung dong. :')

Sebelum memutuskan untuk mengurusnya sendiri, saya sempat mencari info soal biaya terkini jika mengurus perpanjangan paspor melalui travel agent.

“Biaya perpanjangan paspor di Imigrasi Jakarta Selatan Rp531.000. Kalau di Jakarta Barat dan Jakarta Pusat Rp470.000. Prosesnya di tempat kami 3 minggu, Mbak,” kata petugas travel agent yang jasanya dulu pernah saya gunakan.

Lalu, saya coba cek info di website Imigrasi Indonesia. Biayanya hanya Rp255.000. Paspor selesai dalam seminggu. Ya sudah, saya pun mantap mencoba mengurus sendiri. Selain jauh lebih hemat, saya juga pengin tahu prosesnya. Lagipula, load kerja saya sedang rendah.

FYI, sekarang ini mengurus pembuatan dan perpanjangan paspor bisa dilakukan dengan melakukan pre-registrasi secara online melalui www.imigrasi.go.id. Hal ini bisa menghemat cukup banyak waktu, karena kita cukup datang 2 kali ke kanim. Pertama, untuk melakukan pendaftaran, menyerahkan berkas dokumen, sekaligus melakukan pengambilan foto dan sidik jari, serta wawancara. Kedua, untuk mengambil paspor yang baru.

Sementara tanpa pre-registrasi online, kita perlu datang 3 kali ke kanim. Pertama, untuk melakukan pendaftaran dan menyerahkan berkas-berkas dokumen. Kedua, untuk melakukan pengambilan foto dan sidik jari, serta wawancara. Ketiga, untuk mengambil paspor.

Sayangnya, beberapa minggu lalu saya tidak bisa mendaftar online karena—menurut petugas Kanim Jaksel yang saya tanya—sedang ada perbaikan sistem untuk kantor mereka. Akhirnya, saya putuskan untuk langsung datang ke Kanim Jaksel yang berlokasi di daerah Warung Buncit.

Dan, beginilah prosedurnya: 

#1. Pendaftaran dan penyerahan berkas dokumen.
  • Pemohon datang membawa persyaratan dokumen yang diperlukan, yaitu fotokopi KTP, kartu keluarga, akte kelahiran atau surat nikah (bagi yang sudah menikah), serta paspor lama (bagi yang ingin memperpanjang paspor). Bawa pula dokumen-dokumen asli untuk dicek oleh pihak imigrasi.
  • Setiba di kanim, pemohon bisa segera ambil nomor antrian dan formulir pendaftarannya. Layanan pengambilan nomor antrian dibuka sejak pukul 07.00-11.00 WIB (Senin-Kamis) dan pukul 07.00-10.00 WIB (Jumat).
  • Pemohon bisa mengisi formulir sambil menunggu nomornya dipanggil. Jadi, jangan lupa bawa alat tulis, ya. Dan ingat, semakin siang kita datang, semakin lama pula kita menunggu. Di hari pertama ini, saya tiba di Kanim Jaksel pukul 08.27 dan mendapatkan nomor antrian 113. Saya harus menunggu sekitar 2 jam sampai nomor saya dipanggil.
  • Di loket, petugas imigrasi akan memeriksa kelengkapan berkas si pemohon. Jika berkas sudah lengkap, petugas akan memberikan tanda terima/resi bagi pemohon. Dalam resi itu tertera jadwal kedatangan berikutnya, yakni 2 hari kemudian, untuk melakukan proses pengambilan foto dan sidik jari, serta wawancara.
  • Pemohon melakukan pembayaran langsung di BNI (harus melalui teller, tidak bisa melalui ATM ataupun layanan e-banking). Pemohon cukup menunjukkan resi dari kanim kepada petugas teller—tidak perlu mengisi form apapun di bank. Total biaya yang perlu dibayarkan adalah Rp260.000. Detailnya: Rp200.000 untuk biaya paspor 48 halaman, Rp55.000 untuk biaya jasa TI biometrik, dan Rp5.000 untuk biaya administrasi bank.
  • Setelah pembayaran, resi akan dikembalikan kepada pemohon. Pemohon juga akan mendapatkan bukti pembayaran yang sah dari bank, untuk ditunjukkan kepada petugas imigrasi ketika kembali ke kanim untuk melakukan pengambilan foto dan wawancara.

#2. Pengambilan foto dan sidik jari, serta wawancara.
  • Pemohon datang ke kanim membawa resi dan bukti pembayaran dari bank.
  • Mengambil nomor antrian untuk pengambilan foto dan sidik jari, serta wawancara.
  • Menunggu sampai nomor dipanggil. Proses ini yang paling banyak memakan waktu. Saya tiba di Kanim Jaksel pukul 08.53 WIB dan mendapatkan nomor urut 149. Saya mendapatkan giliran untuk foto dan wawancara pukul 18.30 WIB. Lol! Jadi, jangan datang kesiangan, ya. Sebaiknya, bawa laptop atau buku bacaan untuk teman menunggu. Karena rumah saya cukup jauh, saya malas pulang ke rumah. Selama menunggu, saya sempat main ke toko buku, makan siang di Pejaten Village, dan tidur di kanim. Anggap saja rekreasi. :D
  • Proses pengambilan foto dan sidik jari sangat singkat. Setelah itu, pemohon masih harus menunggu namanya dipanggil untuk proses wawancara. Saya cuma butuh sekitar 5 menit untuk pengambilan foto dan sidik jari, dan menunggu sekitar 15 menit sampai dipanggil lagi untuk wawancara. Wawancaranya pun nggak lama. Wawancara ini sekaligus untuk melakukan pengecekan data, jangan sampai ada data yang salah ketik di paspor. Sewaktu wawancara, saya mendapat pertanyaan-pertanyaan standar dari petugas imigrasi, seperti mau pergi ke mana, untuk urusan apa, kerja di mana dan di bidang apa. Tapi, ada juga pemohon yang mendapat pertanyaan tentang Pancasila dan UUD 1945, lho. Jadi, siap-siap saja ya. ;))
  • Setelah proses wawancara selesai, pemohon akan mendapatkan resi untuk pengambilan paspor 3 hari berikutnya. Hari Sabtu dan Minggu tidak dihitung karena libur, ya.

#3 Pengambilan paspor.
  • Pemohon langsung mendatangi loket pengambilan paspor dan memasukkan resi terakhir (yang diberikan oleh petugas imigrasi setelah proses wawancara), ke kotak yang tersedia di loket. Selanjutnya, pemohon bisa menunggu sampai namanya dipanggil untuk mengambil paspor yang baru. Jangan lupa bawa resi pertama serta bukti pembayaran dari bank untuk ditunjukkan kepada petugas.
Prosesnya mudah, kan? Jadi, dalam seminggu kita sudah bisa mendapatkan paspor baru. 

Iya, mengurus perpanjangan paspor sendiri memang mudah dan murah, tapi... kita harus sabar. Ya, nggak apa-apa lah, ya. Toh, mengurus paspor cuma 5 tahun sekali. :))

Kalau nggak mau menunggu lama, tipsnya sebenarnya sangat sederhana. Lengkapi fotokopi dokumen-dokumen yang diperlukan dari rumah, dan datang lebih pagi supaya mendapat nomor awal. Jangan lupa dandan yang kece dan berpakaian rapi ya, terutama saat pengambilan foto. :)

No comments: