Wednesday, January 23, 2013

Si Hybrid, Partner Kerja yang Kompak

Hybrid yang kompak, asyik dibawa ke mana-mana. :-)

Mau cerita, ah. Sekarang saya sudah terbiasa bekerja dengan laptop baru saya, si Hybrid Asus VivoBook S200. Sebagai alat kerja utama, so pasti saya bawa laptop itu ke mana-mana dong.

Soal portabilitas, laptop ini nggak perlu dipertanyakan lagi. Bodinya tipis, ringan, dan ukurannya ringkas seperti netbook. Ukuran layarnya cuma 11,6 inchi, beratnya 1,4 kilogram, dan tebalnya sekitar 2 centimeter. Tampangnya cakep lah. Cocok banget untuk mendukung orang-orang yang mobile dan stylish. ;)

Etapi, meskipun bentuknya seringkas netbook, VivoBook S200 ini sudah masuk kelas laptop ya. Istilahnya ultrabook. Kinerjanya gesit karena dilengkapi prosesor Intel Dual Core atau Core i3. Tampilan oke, kinerjanya so far so good. Tapi, yang bikin saya merasa keren menggunakan laptop ini adalah layar sentuhnya. Kan masih jarang tuh, orang yang pakai laptop berlayar sentuh. ;)) 

Gambar: my.asus.com

Nah, saya punya pengalaman unik sewaktu bekerja di area publik bareng si hybrid. Ya gara-gara fitur layar sentuhnya.

Beberapa hari lalu, saya bekerja di sebuah kafe resto. Ada banyak pekerjaan editing yang harus saya selesaikan hari itu. Jadi saya pengin cari suasana kerja yang beda.

Ya..., penginnya sih begitu. Tetapi, bukannya pekerjaan cepat beres, konsentrasi saya malah berantakan karena orang-orang di meja sebelah memperhatikan si hybrid. Mungkin karena saya sering mencolak-colek layarnya ya. Kan memang masih jarang yang pakai touchscreen laptop. ;d

Yang pertama yang duduk di meja sebelah—dari topik obrolannya, saya tebak—adalah kelompok ibu-ibu arisan. Lalu berganti seorang bapak yang terlihat bosan, mungkin sedang menunggu istrinya berbelanja. Kemudian, setelah si bapak pergi, duduklah dua remaja cewek yang sibuk ngobrol dan berfoto-ria.

Katanya, jarak pandang wanita itu lebih luas ketimbang pria lho. Itu menurut riset lama di luar negeri yang pernah saya baca. Jadi, tanpa harus menengok atau melirik tajam ke kanan-kiri, saya tahu kok kalau laptop saya diperhatikan. Iya, laptop-nya, bukan saya. :))

Saya kerja selama hampir 4 jam di sana, sampai baterai si Hybrid benar-benar tiris. Dan, thank God, pekerjaan saya akhirnya kelar juga. :D

Gambar: my.asus.com

Oiya! Ternyata VivoBook S200 ini tersedia dalam 3 pilihan warna: hot pink, steel grey, dan luxury silver. Kayak di foto itu, tuh. Nah, punya saya yang warnanya luxury silver. Cakep, klasik, tapi lux. Ya, segaya dengan saya lah. :))

Jadi apa inti dari postingan kali ini? Hahaha, bukan pamer, cuma mau menunjukkan laptop yang stylish dan mumpuni ini. (^_^)

Oiya, saya belum banyak mengeksplorasi fitur-fitur entertainment si Hybrid, VivoBook S200. Jadi dalam waktu dekat, saya pasti akan posting tentang itu. :)

4 comments:

Oom Yahya said...

Ho ho ho, kok sama seperti punya saya ya ^^

Restituta Arjanti said...

Oom Yahya, kalo begitu, tooosssss dong! ^^

novant adi said...

Boleh tanya ya, asus s200 ini tahan berapa lama sih kalo cuma buat kerja word excel dan browsing dan minim pake layar sentuhnya? Soalnya lagi kepikir untuk mempersuntingnya cuma lg lihat lenovo thinkpad edge 11" juga...
Thanks untuk jawaban infonya ....ditunggu

Restituta Arjanti said...

Novant Adi, dari pengalaman saya, sekitar 4 jam kalo utk kerja office dan browsing.