Sunday, December 16, 2012

Keep Your Dream Alive



Cerita ini terjadi pada bulan Mei 2009. Saya dan kawan saya, Fani, pergi melakukan perjalanan ziarek (ziarah rekreasi) bersama teman-teman baru yang kebanyakan lebih senior dari kami.

Pada suatu malam, kami duduk bersama untuk sharing. Ada yang melempar pertanyaan ini. “Apa harapan kalian yang belum kesampaian?”

Teman-teman baru kami serempak menjawab, “Menemukan SOUL MATE dan MENIKAH!” Sementara saya dan Fani berteriak, “Pergi ke ROMA dan keliling EROPA!!!!”

Saya bisa mendengar suara saya sendiri saking nyaringnya. Saya bisa melihat kawan-kawan baru itu melempar pandangan ke arah saya dan Fani. Saya dan Fani saling bertukar pandang, lalu terkikik.

Malam harinya, menjelang tidur, saya bicara ke Fani. “Psstt, ini acara apa sebetulnya ya?

Ziarek dengan harapan berbonus jodoh mungkin, Jeng...,” jawab Fani.

Harapannya semua pengin menikah.”

Mungkin mereka semua sudah pernah ke Roma dan keliling Eropa...”

Iya. Mudah-mudahan harapan kita semuanya bisa terwujud ya...”

Amin.”


***

Pada bulan yang sama, setahun kemudian, saya melakukan perjalanan ziarek berikutnya bersama tiga kawan baru yang lain. Toni dari Makassar, Astrid dari Jakarta, dan Agnes yang tinggal di Stuttgart, Jerman. Kami berziarah ke Santiago, Roma, Lourdes, dan Fatima; menikmati keindahan Finisterra dan Paris; belanja seru di Stuttgart; dan menginjakkan kaki di Porto, Lyon, dan London. Itu salah satu pengalaman paling berkesan dalam hidup saya. Dan mudah-mudahan saya—kami—bisa mengulanginya lagi.

Lalu, bagaimana dengan kawan saya, Fani? Harapannya ke Eropa terwujud setahun setelah saya.


Cara kerja alam semesta itu luar biasa. Tinggal kita percaya atau tidak. Saya memilih untuk percaya. Kalau kita percaya mimpi kita bisa terwujud, maka semesta akan mendukung kita untuk mencapainya. Orang bilang, that's the power of mind.

Sejak lama, saya mencatat mimpi saya itu. Sebelum usia saya 30 tahun, saya harus bisa melihat Roma. Saya mau keliling Eropa. Mimpi saya itu malah terwujud lebih cepat satu tahun. Begitu harapan itu terucap, tiba-tiba prosesnya begitu cepat. 

See? Semesta mencatat doa dan harapan kita. Ini salah satu kutipan favorit saya dari buku The Alchemist karangan Paulo Cuelho, When you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it.”

Ini cuma salah satu cerita saya soal mestakung (semesta mendukung). Masih banyak cerita lainnya.

So, dream big. Keep your dream alive. Trust the Universe.

Mimpi, doa, dan harapan akan menuntun kita pada serendipity (kebetulan-kebetulan yang menyenangkan). Di posting berikutnya, saya akan tulis tentang serendipity ya.

No comments: