Sunday, November 09, 2014

Pindah 'Rumah'


Teman-teman,

Kalau mau main ke rumah baru saya, alamatnya ada di sini yah! Sudah lama belum di-update juga sih, tapi mudah-mudahan mulai minggu ini sudah ada posting yang baru. :)

Sunday, March 16, 2014

Isaac Asimov, Peramal “Dunia Tahun 2014”

Gambar: treehugger.com

Sewaktu masih menjadi jurnalis teknologi, saya banyak menulis dan menggali informasi tentang dunia robotika. Saya banyak membaca dari internet, dan mewawancarai para pakar dan penggiat robotika di dalam negeri. Dari hasil riset di internet situ, saya mengenal nama penulis science fiction (sci-fi atau fiksi ilmiah) Isaac Asimov dan kagum dengan visi-visinya tentang dunia masa depan. Kali ini, saya ingin menulis tentang Asimov.

Hampir semua cerita sci-fi menyuguhkan kisah tentang dunia futuristik yang penuh dengan robot dan teknologi canggih. Cerita-cerita itu berasal dari khayalan manusia tentang masa depan. Tetapi, jika kita menilik ke belakang dan menikmati karya-karya sci-fi di masa lalu, banyak dari khayalan itu kini telah menjadi kenyataan.

Salah seorang penulis sci-fi ternama, yang banyak meramalkan dunia masa depan melalui karya-karyanya, adalah Isaac Asimov. Tepat 50 tahun silam, Asimov pernah menuliskan prediksinya tentang tahun 2014. Artikel itu dimuat di The New York Times pada bulan Agustus 1964.

Asimov meramalkan bahwa pada tahun 2014, gadget dan perangkat-perangkat elektronik telah berkembang dan akan terus meringankan pekerjaan manusia. Di dapur, misalnya, akan ada alat yang bisa digunakan untuk memanaskan air dan “menyulapnya” menjadi kopi. Ada pula alat praktis untuk memanggang roti dan mengolah makanan cepat saji. Pada 2014, makanan-makanan beku akan disimpan dalam lemari pendingin hingga siap untuk diproses. 

Friday, March 07, 2014

Supaya Aman Berbelanja Online

Sumber: strands.com

“Tasnya lucu. Beli di mana?” tanya seorang teman.

“Di Zalora,” jawab saya sambil nyengir.

“Jamnya keren. Beli di mana?” tanya teman yang lain lagi.

“Thanks. Belinya di Lazada,” jawab saya.

“Eh, kita kasih kado apa buat baby-nya Toni?” tanya sahabat saya.

“Kasur dan bantal angin, yuk. Bisa buat camping tuh. Kemarin gue lihat ada yang warnanya pink di Blibli,” usul saya.

“Boleh!”

Ya, saya mulai jadi pemerhati website e-commerce—kalau nggak mau dibilang window-shopper. Saya pun sempat ketagihan belanja online. Ternyata, bukan saya saja.

Teman saya di Path berulang kali “curhat” keranjingan belanja online. Padahal, dia laki-laki.

Ini lain cerita, dari teman saya. “Teman gue ya, padahal laki-laki, hobi banget belanja. Sampai-sampai di CV, dia nulis kalau hobinya itu online shopping! Dan memang dia gila banget belanja online. Yang dia beli itu macem-macem, tapi kebanyakan ya pernak-pernik yang lucu buat hiasan meja kerjanya!”

Nah lho! 

Tuesday, February 18, 2014

Mengurus Pajak dan Perpanjangan STNK Sendiri


Senin tanggal 17 Februari kemarin, saya mencoba untuk mengurus pajak dan perpanjangan STNK tahunan sendiri di Samsat Ciputat. Awalnya sempat malas, karena saya kira urusannya bakal ribet. Tapi, karena kebetulan saya lagi banyak waktu luang dan pengin tau bagaimana prosesnya, akhirnya saya putuskan untuk mengurusnya sendiri. 

FYI, siapkan dulu dokumen-dokumen yang diperlukan:
  1. KTP asli dan fotokopi
  2. STNK asli dan fotokopi
  3. BPKB asli dan fotokopi, atau surat keterangan dan fotokopi BPKB yang dilegalisir oleh pihak leasing.

Friday, December 20, 2013

Di Chiang Rai, Ke Mana Saja?

Saya dan wanita dari Suku Long-Neck Karen di Chiang Rai.

Saya mau lanjutkan cerita perjalanan saya dan 2 teman ke Thailand bulan November lalu, ya. Sebelum berangkat ke Chiang Mai, kami sudah sempat browsing tentang objek-objek wisata yang bisa dikunjungi di sana. Selain tempat-tempat yang sudah saya sebutkan di sini, masih ada Elephant Camp, White Temple, The Golden Triangle, dan Long-Neck Karen Hilltribe Village. Lokasi keempat objek wisata itu ada di Chiang Rai, atau sekitar 3 jam perjalanan dengan mobil dari Chiang Mai.

Karena lokasinya cukup jauh dan kami hanya menetap di Chiang Mai selama 2 hari 2 malam, maka harus ada objek wisata wisata yang harus kami korbankan. Yang dikorbankan ya jelas Elephant Camp, dong. Di Indonesia kan sudah ada banyak gajah. :D

Akhirnya, kami mengambil paket wisata satu hari ke 4 lokasi: Hot Spring Chiang Rai, White Temple, Golden Triangle, dan Long-Neck Karen Hilltribe Village. Harga paketnya, total 1.600 baht. Lumayan juga sih, dengan nilai tukar Rupiah yang lagi letoy seperti sekarang ini... 

Sunday, December 15, 2013

Di Chiang Mai, Ke Mana Saja?

Suasana jalan di Chiang Mai.


Chiang Mai, menurut saya, cukup menarik. Tenang, terletak di dataran tinggi di utara Thailand. Seharusnya, cuaca di sana sejuk atau dingin sekali. Tetapi, entah saya lagi apes atau justru beruntung, ketika saya di sana, cuacanya malah panas mencorong. Padahal, salah satu niat saya ke sana untuk ngademin hati dan kepala. :))

“Tumben nih, biasanya cuaca di Chiang Mai hari gini sangat dingin,” kata pemilik guest house tempat kami menginap, dalam bahasa Inggris.

Berhubung niat utama kami menyaksikan Loi Krathong kandas, kami hanya sedikit berkeliling di sekitar kota. Di hari pertama, kami mengunjungi Doi Pui Mong Hill Tribe Village dan Wat Phra That Doi Suthep.

Saturday, December 14, 2013

Hal-hal Unik di Thailand

Pad Thai, Wikipedia.org

Dari perjalanan tempo hari, ada beberapa hal unik tentang Thailand yang saya catat.

#1 Ada banyak sekali 7 Eleven (Sevel) di Bangkok! Setiap 25-30 meter, saya melihat Sevel. Yah, bisa jadi karena daerah yang saya susuri memang daerah strategis yang banyak dilewati para turis. Tetapi, Sevel yang saya lihat di sana kecil-kecil, sama seperti Sevel di kota-kota di negara lain yang pernah saya kunjungi. Jadi, sepertinya memang Sevel di Indonesia yang dibangun luas dan di-setting untuk jadi tempat nongkrong anak muda. (x_x)

#2 Orang-orang Thailand ini royal sedotan! Setiap kali saya beli minuman—apapun itu—pelayan toko memberi saya sedotan dan kantong plastik. Entah kita beli air mineral ukuran 600 ml atau 1,5 liter, atau jus dalam kemasan botol ataupun kotak, pelayan toko pasti akan memberi kita sedotan, dan kantong plastik. 

Batal Nonton “Loi Krathong”




Akhir November lalu, saya dan 2 orang kawan jalan-jalan ke Thailand. Tujuan utama kami adalah Chiang Mai, daerah dataran tinggi di utara Thailand. Tetapi, kami juga main ke Bangkok. Rute perjalanan kami: Jakarta – Bangkok – Chiang Mai – Bangkok – Jakarta.

Kenapa begitu?
  1. Kami berangkat dengan penerbangan AirAsia, dan maskapai itu nggak punya rute langsung Jakarta – Chiang Mai.
  2. Satu teman saya punya rencana untuk shopping besar-besaran. Jadi, pulangnya harus dan mesti lewat Bangkok! :D

Awalnya, kami pengin melihat perayaan tahunan Loi Krathong di Thailand. Loi Krathong adalah salah satu tradisi tahunan di Thailand, yang diadakan pada bulan purnama ke-12 menurut perhitungan lunar calendar Thailand.

Perayaan ini diadakan untuk menyembah dan memohon maaf kepada para dewa mereka—Shiva, Vishnu, dan Brahma. Pada perayaan ini, masyarakat Thailand yang mayoritas beragama Buddha mengapungkan lentera-lentera di sungai untuk sebagai bentuk penyembahan dan permohonan maaf kepada para dewa mereka. 

Wednesday, December 11, 2013

Itinerary – Camino de Santiago


Karena cukup banyak email masuk ke inbox saya, menanyakan tentang Camino de Santiago, jadi saya pikir sebaiknya saya posting saja itinerary-nya di sini. Bisa langsung diklik pada gambar untuk memperbesarnya, ya.
Itinerary tersebut disusun oleh kawan saya, Toni. Biaya perjalanannya tentunya sudah nggak valid lagi, karena perjalanan itu dilakukan pada Mei 2010. Tetapi, mudah-mudahan berguna ya.
Oiya, setelah Camino, saya dkk masih melanjutkan perjalanan ke beberapa negara lain di Eropa. Karena saat itu bulan Mei (Bulan Maria), kami sekalian melakukan ziarah ke Fatima dan Lourdes. Kami juga mengunjungi Vatican.
Di sini, saya posting juga beberapa pertanyaan dan jawaban tentang Camino de Santiago berdasarkan pengalaman saya, ya. 

Friday, November 01, 2013

Mengurus Perpanjangan Paspor Sendiri Mudah dan Hemat, Tapi...


Gambar: Flickr.com

Minggu lalu, saya mengurus sendiri perpanjangan paspor di Kantor Imigrasi Jakarta Selatan (Kanim Jaksel). Awalnya, saya bayangkan urusannya bakal ribet, memakan waktu dan tenaga. Ternyata, memang memakan waktu dan tenaga. Tetapi, prosesnya mudah dan nggak ribet.

Ini adalah pengalaman pertama saya mengurus paspor sendiri. Sebelumnya, saya selalu menggunakan jasa travel agent. Maklum, dulu semua diurus dan dibiayai oleh kantor tempat saya bekerja. Tetapi, sejak jadi freelancer, saya harus lebih mandiri dan cermat berhitung dong. :')

Sebelum memutuskan untuk mengurusnya sendiri, saya sempat mencari info soal biaya terkini jika mengurus perpanjangan paspor melalui travel agent.

“Biaya perpanjangan paspor di Imigrasi Jakarta Selatan Rp531.000. Kalau di Jakarta Barat dan Jakarta Pusat Rp470.000. Prosesnya di tempat kami 3 minggu, Mbak,” kata petugas travel agent yang jasanya dulu pernah saya gunakan.

Lalu, saya coba cek info di website Imigrasi Indonesia. Biayanya hanya Rp255.000. Paspor selesai dalam seminggu. Ya sudah, saya pun mantap mencoba mengurus sendiri. Selain jauh lebih hemat, saya juga pengin tahu prosesnya. Lagipula, load kerja saya sedang rendah.

FYI, sekarang ini mengurus pembuatan dan perpanjangan paspor bisa dilakukan dengan melakukan pre-registrasi secara online melalui www.imigrasi.go.id. Hal ini bisa menghemat cukup banyak waktu, karena kita cukup datang 2 kali ke kanim. Pertama, untuk melakukan pendaftaran, menyerahkan berkas dokumen, sekaligus melakukan pengambilan foto dan sidik jari, serta wawancara. Kedua, untuk mengambil paspor yang baru.

Sementara tanpa pre-registrasi online, kita perlu datang 3 kali ke kanim. Pertama, untuk melakukan pendaftaran dan menyerahkan berkas-berkas dokumen. Kedua, untuk melakukan pengambilan foto dan sidik jari, serta wawancara. Ketiga, untuk mengambil paspor.

Sayangnya, beberapa minggu lalu saya tidak bisa mendaftar online karena—menurut petugas Kanim Jaksel yang saya tanya—sedang ada perbaikan sistem untuk kantor mereka. Akhirnya, saya putuskan untuk langsung datang ke Kanim Jaksel yang berlokasi di daerah Warung Buncit.

Dan, beginilah prosedurnya: 

Thursday, October 31, 2013

Untung Ada Asuransi

Gambar: gbsjp.org


Kejadiannya awal September lalu. Mobil saya ditubruk sepeda motor yang melaju dari arah berlawanan. Waktu itu malam hari, jalan raya cukup sepi dengan penerangan yang minim. Dari jarak sekitar 20 meter, ada sepeda motor yang melaju dengan kecepatan tinggi. Tiba-tiba, sepeda motor itu oleng, dan pengemudinya loncat dari motornya.

Ah, orang gila!

Motornya jatuh lalu meluncur ke arah... mobil saya.

Apes deh... 

Wednesday, October 16, 2013

Cerita di Balik Sensasi Kelembutan Chiffon Cake

Gambar: oldecrowcandles.com

Warnanya cokelat keemasan. Sekilas tampak luar, rupanya seperti kue bolu biasa. Rasanya bervariasi—cokelat, jeruk, pandan, ada juga stroberi. Namun, berbeda dengan kue bolu biasa, kue yang satu ini terasa lebih istimewa. Sensasi kelembutannya yang tidak biasa membuat kue ini mendapat sebutan sebagai angel food atau makanan malaikat.

Perjalanan chiffon cake di dunia kuliner sudah berlangsung lama. Kemunculannya pertama kali adalah pada tahun 1927. Adalah Harry Baker, seorang agen asuransi di Los Angeles yang menciptakan resep asli chiffon cake. Berbeda dari cake atau kue bolu pada umumnya, chiffon cake memiliki tekstur ringan dan seperti spons. Masuk ke dalam mulut, setiap remahannya terasa begitu lembut saat dikunyah.

Cerita tentang kelezatan chiffon cake dengan cepat menyebar di negeri Paman Sam. Banyak orang penasaran ingin tahu apa resep rahasianya. Tetapi, selama beberapa dekade, Tuan Baker menjaga resep kuenya dengan sangat hati-hati. Hal ini membuat chiffon cake menjadi kue yang sangat eksklusif. Hanya kalangan atas dan para bintang Hollywood yang bisa mencicipinya. Baker pun hanya membuat kue andalannya ini untuk sebuah restoran mewah dan ternama di Amerika saat itu, yakni Brown Derby Restaurant.

Tuesday, October 08, 2013

Edo dan Cerebral Palsy

Gambar: medscape.com

Hari itu, hari pertama saya masuk sekolah sebagai murid SMU. Di tengah-tengah pelajaran, seorang murid masuk ke kelas. Dia datang terlambat, ditemani oleh ibunya. Guru kelas kami memperkenalkan anak itu di depan kelas. “Anak-anak, perkenalkan. Ini Edo, teman sekelas kalian.”

Saya, sama seperti teman-teman sekelas, memperhatikan Edo dengan seksama. Edo menggunakan alat bantu: tongkat dan sepasang sepatu khusus. Pembawaannya tidak seperti anak normal lainnya. Dia berbeda. Waktu itu, saya belum tahu apa yang membuat dia jadi berbeda.
Ada yang menyebut orang-orang seperti Edo, “cacat”. Ada pula yang menyebut mereka, “idiot”. Jahat ya... Saya nggak suka dengan sebutan itu, karena buktinya Edo bisa masuk ke sekolah yang sama dengan saya dan teman-teman saya yang “normal”.

Pada akhir semester pertama, Edo pamit. Mau ke Amerika untuk berlibur bersama keluarganya, katanya. Setelah libur akhir semester berakhir, dia kembali masuk sekolah. Dia membawa oleh-oleh untuk teman-teman sekelas. Saya mendapatkan sebuah emblem bergambar Apollo 11.

Saturday, March 16, 2013

Life Goes On

Gambar: amazonaws.com

“And life goes on, which seems kind of strange and cruel when you're watching someone die.” ― Melina Marchetta, on the Jellicoe Road

Siang ini saya membaca status seorang kawan di Facebook, tentang kehilangan seorang temannya.

Kemarin, seorang kawan berduka karena ada anggota keluarganya yang meninggal. Di hari yang sama, sahabatnya sedang merayakan ulang tahun.

Sehari sebelumnya, tiga orang kenalan memasang status dan foto yang sama di BlackBerry Messenger mereka, yang menunjukkan mereka tengah berduka karena kehilangan seorang rekan kerja.

Kebetulan ada seorang sahabat saya bekerja di gedung perkantoran yang sama dengan mereka. Saya tanya, apa ada yang baru meninggal di kantor mereka?

"Iya, anak lantai bawah, meninggal karena kecelakaan. Satu lantai lagi berkabung sekarang," jawab sahabat saya. 

Obrolan kami berlanjut. Sahabat saya bercerita, sedang ada perayaan di kantornya saat itu. Pikir saya, kontras sekali suasana di kedua lantai itu. Sementara satu lantai sedang berduka, lantai lainnya sedang merayakan sesuatu.

Untuk alasan yang berbeda, ada yang berduka, ada juga yang berbahagia. 

Thursday, February 14, 2013

Tentang Hari Kasih Sayang

Gambar: designsponge.com

Valentine's Day, Hari Valentine, atau Hari Kasih Sayang diperingati setiap tanggal 14 Februari. Budayanya sendiri berawal dari negeri bule. Singkat cerita, budaya itu lantas populer di Indonesia.

Sejarah soal Hari Valentine ternyata sangat menarik. Saya membacanya sekilas di Wikipedia. Perayaan ini dilakukan untuk mengenang seorang martir bernama Santo Valentinus atau St. Valentine.

St. Valentine adalah seorang imam yang hidup di masa Kekaisaran Romawi kuno. Sebagai imam, dia bertugas memberikan pelayanan kepada umatnya, termasuk memberikan sakramen pernikahan. Pada masa itu, para tentara dilarang untuk menikah. Tetapi St. Valentine menikahkan para tentara secara rahasia. Karena itu, akhirnya dia dipenjara dan dianiaya hingga mati.

Di Indonesia, banyak pro dan kontra soal merayakan hari kasih sayang ini. Itu kan budaya luar. Ngapain kita ikuti? Banyak juga yang bilang, kasih sayang kan seharusnya ditunjukkan setiap hari, nggak cuma di Hari Valentine. Nah, saya setuju dengan pendapat yang terakhir.

Wednesday, February 13, 2013

[Review] Fitur-fitur “+” Asus VivoBook S200


Sumber: Asus.com

Beberapa waktu lalu, saya sudah sempat posting soal pengalaman menggunakan laptop saya, Si Hybrid, VivoBook S200. Nah, sekarang sudah hampir 2 bulan saya menggunakan UltraBook besutan Asus itu. Tapi, weekend kemarin saya baru sempat ngutak-atik detail fitur-fiturnya. Review-nya bisa dibaca di posting ini ya.

Yang pertama saya uji adalah kualitas suaranya. Saya putar beberapa lagu dari beberapa genre musik: pop, rock, jazz, blues. Wah, saya kaget sendiri. Suaranya ternyata bagus—bulat dan powerful! Saya juga coba memutar video-video di YouTube untuk menguji speakernya. Salah satunya, video klip dari lagu It's Probably Me dari Sting featuring Eric Clapton ini. Woho, bass-nya keluar banget!

Tuesday, February 12, 2013

Simple Truths About Coffee


I tried to drink less coffee today. The result was not good. I felt so weak. I couldn't focus on work. I could'nt get any important job on my list done. 

And, when I wrote this post, I was enjoying my third cup of coffee. (._.) 

I always drink 2 cups of black coffee in the morning. It helps me to stay awake. And, I have to drink another cup at noon to keep me focus. And at night, I usually drink another cup just to make me feel relax.

I know, I should drink less. Well, I tried and I failed, and I guess I should keep trying.  

Ah! For me this is so true. Even a bad cup of coffee is better than no coffee at all. 

Here are some simple truths about coffee I found in the internet. And yes, they are so true.

Wednesday, January 23, 2013

Si Hybrid, Partner Kerja yang Kompak

Hybrid yang kompak, asyik dibawa ke mana-mana. :-)

Mau cerita, ah. Sekarang saya sudah terbiasa bekerja dengan laptop baru saya, si Hybrid Asus VivoBook S200. Sebagai alat kerja utama, so pasti saya bawa laptop itu ke mana-mana dong.

Soal portabilitas, laptop ini nggak perlu dipertanyakan lagi. Bodinya tipis, ringan, dan ukurannya ringkas seperti netbook. Ukuran layarnya cuma 11,6 inchi, beratnya 1,4 kilogram, dan tebalnya sekitar 2 centimeter. Tampangnya cakep lah. Cocok banget untuk mendukung orang-orang yang mobile dan stylish. ;)

Etapi, meskipun bentuknya seringkas netbook, VivoBook S200 ini sudah masuk kelas laptop ya. Istilahnya ultrabook. Kinerjanya gesit karena dilengkapi prosesor Intel Dual Core atau Core i3. Tampilan oke, kinerjanya so far so good. Tapi, yang bikin saya merasa keren menggunakan laptop ini adalah layar sentuhnya. Kan masih jarang tuh, orang yang pakai laptop berlayar sentuh. ;)) 

Tuesday, January 22, 2013

It Is Fun, Talking to Stranger

Gambar: www.avisamkaplan.com

Being among a crowd of stranger is a good therapy to realize that we have nothing to worry about.


Sejak kecil kita diajarkan untuk nggak bicara dengan orang asing, sembarang orang yang kita temui di jalan. Hal positif dari ajaran itu adalah kita jadi lebih berhati-hati. Tetapi, ada juga sisi negatifnya. Kita bisa jadi parno, terlalu khawatir dan curiga terhadap orang lain.

Ketika memasuki lingkungan baru, bertemu dengan orang-orang baru, kita jadi merasa insecure. Dulu, saya juga sering merasa nggak nyaman bertemu dengan orang-orang baru, apa lagi jika mereka punya latar belakang bidang yang berbeda dengan saya. Tetapi saya pikir, saya pikir dan pikir lagi, buat apa saya merasa nggak nyaman dengan mereka ya? Mereka juga kan manusia, sama-sama ciptaan Tuhan.

Sekarang, saya justru menikmati bisa bertemu dengan orang-orang baru. Sebenarnya, ketika kita bertemu dengan orang asing, apa lagi yang menggeluti bidang yang berbeda dengan kita, justru kita bisa melonggarkan diri kita.

Bertemu dan ngobrol dengan orang asing, bahkan random stranger sekalipun, banyak asyiknya. Ada beberapa alasannya, menurut saya. 

Monday, January 21, 2013

Camping di Bromo



Gunung Bromo, Batok, dan Semeru di kawasan Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru.

Menutup tahun 2012, saya pergi camping di Bromo bersama beberapa kawan yang tinggal di Malang, Jawa Timur. Dari Jakarta, saya pergi sendiri naik kereta api. Sudah lama saya nggak naik kereta, dan saya pengin tahu bagaimana rasanya naik kereta Gajayana. Perjalanan Jakarta-Malang cukup panjang, 15 jam. Syukurlah jadwal keretanya tepat waktu.  

Awalnya, saya dan kawan-kawan berencana untuk tracking ke Semeru dan camping di Ranu Kumbolo di kaki Gunung Semeru. Yang sudah nonton 5 cm pasti tahu, dong. Tetapi mengingat faktor cuaca, akhirnya kami putuskan untuk camping di Bromo saja.

Beberapa kawan yang hobi adventure tahu letak hidden spot yang menghadap langsung pemandangan 3 gunung besar di Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru (BTS), yaitu Gunung Bromo, Batok, dan Semeru. Mereka menjadi guide kami menuju ke lokasi tersebut.

Kami berangkat dengan 3 mobil 4x4 dari Malang sekitar pukul 8 malam, tanggal 30 Desember. Perjalanan menuju Bromo seru sekali karena kami harus melintasi rute offroad di sekitar BTS—melewati Bukit Teletubbies, Lautan Pasir, lalu naik ke kawasan pegunungan Bromo yang terjal.