Showing posts with label Catatan Perjalanan. Show all posts
Showing posts with label Catatan Perjalanan. Show all posts

Friday, December 20, 2013

Di Chiang Rai, Ke Mana Saja?

Saya dan wanita dari Suku Long-Neck Karen di Chiang Rai.

Saya mau lanjutkan cerita perjalanan saya dan 2 teman ke Thailand bulan November lalu, ya. Sebelum berangkat ke Chiang Mai, kami sudah sempat browsing tentang objek-objek wisata yang bisa dikunjungi di sana. Selain tempat-tempat yang sudah saya sebutkan di sini, masih ada Elephant Camp, White Temple, The Golden Triangle, dan Long-Neck Karen Hilltribe Village. Lokasi keempat objek wisata itu ada di Chiang Rai, atau sekitar 3 jam perjalanan dengan mobil dari Chiang Mai.

Karena lokasinya cukup jauh dan kami hanya menetap di Chiang Mai selama 2 hari 2 malam, maka harus ada objek wisata wisata yang harus kami korbankan. Yang dikorbankan ya jelas Elephant Camp, dong. Di Indonesia kan sudah ada banyak gajah. :D

Akhirnya, kami mengambil paket wisata satu hari ke 4 lokasi: Hot Spring Chiang Rai, White Temple, Golden Triangle, dan Long-Neck Karen Hilltribe Village. Harga paketnya, total 1.600 baht. Lumayan juga sih, dengan nilai tukar Rupiah yang lagi letoy seperti sekarang ini... 

Monday, January 21, 2013

Camping di Bromo



Gunung Bromo, Batok, dan Semeru di kawasan Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru.

Menutup tahun 2012, saya pergi camping di Bromo bersama beberapa kawan yang tinggal di Malang, Jawa Timur. Dari Jakarta, saya pergi sendiri naik kereta api. Sudah lama saya nggak naik kereta, dan saya pengin tahu bagaimana rasanya naik kereta Gajayana. Perjalanan Jakarta-Malang cukup panjang, 15 jam. Syukurlah jadwal keretanya tepat waktu.  

Awalnya, saya dan kawan-kawan berencana untuk tracking ke Semeru dan camping di Ranu Kumbolo di kaki Gunung Semeru. Yang sudah nonton 5 cm pasti tahu, dong. Tetapi mengingat faktor cuaca, akhirnya kami putuskan untuk camping di Bromo saja.

Beberapa kawan yang hobi adventure tahu letak hidden spot yang menghadap langsung pemandangan 3 gunung besar di Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru (BTS), yaitu Gunung Bromo, Batok, dan Semeru. Mereka menjadi guide kami menuju ke lokasi tersebut.

Kami berangkat dengan 3 mobil 4x4 dari Malang sekitar pukul 8 malam, tanggal 30 Desember. Perjalanan menuju Bromo seru sekali karena kami harus melintasi rute offroad di sekitar BTS—melewati Bukit Teletubbies, Lautan Pasir, lalu naik ke kawasan pegunungan Bromo yang terjal. 

Saturday, January 19, 2013

Serendipity

Gambar: namebrandketchup.wordpress.com

“Cara kerja alam semesta itu luar biasa, ya!” Entah berapa kali, dan berapa orang kawan pernah mendengar saya mengucapkan kalimat ini. Semoga mereka nggak bosan mendengar itu. Hahaha.

Pernah mendengar istilah “serendipity”? Serendipity adalah kebetulan atau kejutan yang menyenangkan yang terjadi dalam hidup kita. Misalnya, kita bertemu dengan seseorang yang kita pikirkan, tanpa kita berusaha untuk mencarinya. Atau, kita mendapatkan sesuatu yang kita inginkan, tanpa kita berusaha mendapatkannya.

Nah, saya percaya dengan serendipity. Menurut saya, serendipity berhubungan dengan faktor luck dan law of attraction. Makanya saya sangat kagum dengan cara kerja alam semesta.

Posting kali ini adalah lanjutan dari posting sebelumnya, Keep Your Dream Alive. Kenapa saya pengin banget menulis soal serendipity? Karena saya sering sekali mengalaminya. Yah, setidaknya menurut perasaan saya. Contohnya? 

Friday, October 26, 2012

Ultreia!

Walk on, walk further.

The walk is the destination, not Santiago. 
Life is the destination. Now is the destination.
 Live now. (www.walkingwithawareness.com)

Saya senang sekali waktu pertama kali membaca resensi buku “Startup, Indonesia!” di Kompas.com. Membacanya, duh, saya terharu. Sahabat saya, Toni, men-share resensi tersebut ke halaman Facebook-nya. Ada satu pesan yang dia tulis untuk saya, “Ultreia!”

Satu kata ini membawa saya pada kenangan 2,5 tahun silam, ketika saya, Toni, dan dua sahabat kami, Agnes dan Astrid, melakukan perjalanan ziarah menuju Santiago de Compostela. Camino de Santiago.

Ultreia! Satu kata ini menjadi penyemangat kami ketika kami harus berjalan kaki selama lima hari penuh di daratan Spanyol. Kaki kami bengkak, terkilir, memar-memar, melepuh, kulitnya mengelupas, juga berdarah karena perjalanan ini.

Friday, April 13, 2012

Khusus Perempuan: Tips Disayang Pacar


Posting saya kali ini khusus untuk teman-teman perempuan yang lagi memupuk hubungan dengan pria idamannya. Ahahahay....

Tipsnya super-ringkas! Tips ini diberikan oleh seorang bapak tua yang kebetulan saya ajak ngobrol di Changi International Airport, Singapore, sembari menunggu penerbangan menuju Jakarta. Berawal dari obrolan basa-basi seputar Singapura, Jakarta, cuaca, dan lalu-lintas, akhirnya si Bapak memberikan pelajaran hidup yang akan kalian baca ini.

Bagaimana cara menaklukkan hati seorang pria?

Thursday, October 06, 2011

Menikmati Hanoi, Hoa Lu-Tam Coc, dan Ha Long Bay



Hoan Kiem Lake, Ha Noi
Tanggal 20-26 September lalu, saya melakukan perjalanan ke daerah Vietnam Utara. Saya pergi hanya berdua kawan saya, Ninun. Saya bagi cerita tentang perjalanan ini, ya.

Saturday, October 30, 2010

Where is Indonesia?


Saat mengunjungi negara Asia atau negara Barat yang terkait sejarah dengan Indonesia, atau negara bule lain yang banyak ditinggali orang Indonesia, mungkin kita nggak perlu terganggu dengan pertanyaan ini. “Indonesia? Where is Indonesia?

Tapi, lain halnya jika kita menjadi turis di negara Eropa yang jarang jadi destinasi wisata orang Asia. Spanyol, misalnya. Kemungkinan besar, pertanyaan “Where do you come from?” bakal diikuti dengan pertanyaan tadi. Yah, ini berdasarkan pengalaman saya sewaktu berkunjung ke sana, Mei lalu.

Wednesday, September 01, 2010

Camino de Santiago, Apa sih?

Katedral Santiago de Compostela

Mei 2010, saya dan tiga teman saya, Agnes, Astrid, dan Toni; bertualang ke Santiago de Compostela. Kami menyusuri jalur Camino de Santiago. Bagi yang baru mendengar tentang Camino de Santiago, ini sedikit cerita dari saya.

Camino de Santiago yang Tak Terlupakan


Santiago de Compostela yang berdiri megah di Kota Santiago, di daerah Galicia, Spanyol, dipercaya sebagai salah satu tempat peziarahan paling kuno bagi umat Kristiani. Meski belum sepopuler Yerusalem atau Vatican City di Roma, Italia, katedral ini telah menjadi destinasi para peziarah sejak lebih dari 1.000 tahun silam.


Ada pepatah mengatakan, banyak jalan menuju Roma. Seharusnya, ada pula pepatah yang sama untuk Santiago. Many roads lead to Santiago (de Compostela). Rute-rute menuju tempat ini disebut Camino de Santiago dalam bahasa Spanyol, atau The Way of St. James dalam bahasa Inggris. Peziarahan ini dilakukan sebagai tapak tilas perjalanan St. James ketika menyebarkan agama Kristen di Eropa.

Monday, August 30, 2010

East Java Trip yang Tertunda

Beautiful Bromo

Percakapan tanggal 10 Desember 2008:

LW: jadinya kapan dunk nih jalan nya kita yaaa ?
RA: mau ga mau thn depan ya pak?
LW: hoohh.. kudu keturutan nih east java trip :)
RA: harussss
LW: iya donkkk..

Tanggal 23 Januari 2009, sohib saya dipanggil Tuhan. Rasanya nyesel setengah mati karena saya selalu menunda eksekusi East Java Trip yang sudah kami rancang. Nyesel juga karena saya belum banyak belajar, terutama tentang fotografi, dari beliau.

Thursday, June 03, 2010

I Like Paris... Haatchiii!


25 Mei 2010 - Sayang, saya dan teman-teman cuma punya waktu 10 jam untuk jalan-jalan berkeliling Paris, Prancis. Tapi, keterbatasan waktu itu nggak bikin kami mati gaya. Banyak juga tempat yang bisa kami kunjungi di kota mode itu. Berkat siapa, cobaaa? Tentunya berkat kawan kami, Mbak Etta.

Sebenarnya, Mbak Etta ini adalah kawan dari Agnes, kawan kami. Mbak Etta sudah lama banget tinggal di Paris. "Sekitar 20 tahun lah," kata Agnes. Dia yang meminta tolong Mbak Etta menjadi guide kami selama kami di Paris. "Biar kita nggak banyak ngabisin waktu nyari lokasi," begitu alasannya.

Wednesday, June 02, 2010

Nikmatnya Weißwurst



26 Mei 2010 - Selama singgah di Jerman, saya menginap di rumah Agnes, kawan saya, di Nürtingen, Stuttgart, Jerman. Di sana, saya sempat disuguhi sosis putih yang super-enak. Mereka—orang-orang Jerman—menyebutnya Weißwurst.

Katanya, sosis itu dibuat dari daging anak lembu—yang masih muda banget. Nggak heran, rasanya memang lembut banget. Baunya harum dan rasanya lezat buanget!

Monday, May 31, 2010

Jet Lag

Rasanya seperti mimpi bisa menghabiskan banyak waktu di negeri lain yang terpaut jarak waktu cukup jauh dari negeri sendiri. Hal yang benar-benar menyadarkan saya bahwa liburan itu sudah berlalu adalah: jet lag!

Iyaaa, perjalanan menembus garis meridian ternyata bikin saya jet lag. Jakarta - KL - London - Asturias - Santiago - Fatima - Lisbon - Roma - Lyon - Lourdes - Paris - Stuttgart - London - KL - Jakarta lagi. Duh!

Pax-et Bonum

Sebelum pergi jalan-jalan, awal Mei lalu, seorang teman sempat menitip salib Tau kepada saya. "Gue nitip Tau ya, Jeng!" katanya.

"Tau? Apaan, tuh?" tanya saya. Saya baru tahu kemudian bahwa Tau adalah salib yang diperkenalkan oleh Santo Fransiskus dari Asisi. Salib tersebut bisa dilihat pada kalung yag digunakan para biarawan dari Ordo Fransiskan. Bentuk simpel, seperti huruf "T".

Saya tanya ke kawan perjalanan saya mengenai salib itu. Katanya sih ada banyak di Roma, selain di Asisi tentunya. Di bayangan saya saat itu, salib Tau berbentuk besar. Jadi, saya sempat malas juga waktu dititipi benda itu. :p

Sunday, May 30, 2010

Aku Pulaaaaang!

Finally I'm home. Yaaaay! Melihat foto-foto selama perjalanan kemarin... duh, rasanya kangen ingin melintasi daratan Eropa lagi. Banyak pemandangan menarik di sana. Banyak pula tempat-tempat yang belum sempat saya singgahi di sana. Semoga masih banyak kali lain bagi saya untuk mengunjungi tempat-tempat tersebut.

I should say, this May was the best month I ever had (so far). Almost the whole month I spent without worrying about the deadline. I only walk and have fun. I'll tell you about the stories, piece by piece. Tapi nggak sekarang yaaa... :p

Saturday, April 10, 2010

Macau Fisherman's Wharf


Wah, saya lupa. Sebenarnya, dari Macau Tower, saya dan teman-teman pergi ke Venetian lebih dulu. Tapi sudah kadung nulis cerita tentang Fisherman's Wharf. Nggak apa-apa, yaaa...

FYI, Macau
Fisherman's Wharf merupakan theme park alias taman hiburan pertama dan terbesar yang dibangun di Macau. Ada banyak toko, restoran, hotel, dan casino dalam kawasan ini. Lokasi tempat wisata ini ada di dekat pelabuhan dan terminal ferry, Hong Kong-Macau Ferry Pier.

Friday, April 09, 2010

Macau Tower


Setelah mengunjungi Senado Square dan mampir ke St. Paul's Ruins, saya bersama Keshie dan Endy menuju ke Macau Tower naik bus. Saya lupa naik bus nomor berapa. Tapi lebih baik kalau mau bertanya, bertanyalah langsung ke petugas, pak polisi, atau satpam yang berseragam. Kenapa begitu? Dari pengalaman kami bertiga, nggak begitu banyak penduduk lokal yang mengerti bahasa Inggris.

Singkat cerita, kami pun tiba di Macau Tower. Bangunan setinggi 388 meter ini adalah convention dan entertainment centre-nya Macau. Gedung yang berdiri sejak tahun 2001 ini dirancang oleh seorang arsitek bernama Gordon Moller.

St. Paul's Ruins dan Mount Fortress


Baiklah, sudah saatnya saya melanjutkan cerita tentang perjalanan saya di Macau. Setelah mengitari Senado Square, saya, Keshie, dan Endy menuju ke St. Paul's Ruins. Waktu itu Kamis (21/1) pagi. Perasaan sih masih pagi banget, tapi ternyata sudah banyak turis yang mengunjungi situs wisata tersebut. Menurut saya, selama kunjungan saya ke Macau, inilah tempat yang paling oke untuk dilihat.

Monday, April 05, 2010

Persyaratan Permohonan Visa Schengen di Kedubes Spanyol


Semoga informasi ini berguna bagi teman-teman yang ingin mengurus visa Schengen di Kedubes Spanyol.

Tuesday, February 02, 2010

Senado Square


Keshie--I should say--is the architect of this journey. Dia--seperti biasa--paling rajin menyusun itinerary plus mencari info tentang transportasi yang kami perlukan. Sementara Endy, yang agak terobsesi dengan pria berseragam (hihi, termasuk satpam dan petugas keamanan), biasa kami korbankan untuk menanyakan jalur lokasi dan transportasi yang kami nggak paham. Kalau saya, dalam perjalanan kali ini, jadi tukang potret saja.

Rute pertama kami, Kamis (21/1) pagi adalah Senado Square. Lokasinya ternyata sangat dekat dengan hotel kami. Saking semangatnya, kami sempat kelewatan. Senado Square ini sangat terkenal di Macau. Di sini, ada banyak pertokoan yang menjual barang-barang bermerek.